Muaro Jambi, Jambi – DPRD Kabupaten Muaro Jambi bersama Dinas PUPR melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PDAM Tirta Muaro Jambi, mengungkap persoalan serius pada infrastruktur utama yang mengancam pasokan air bersih bagi ribuan warga, khususnya di kawasan padat penduduk Mendalo.
Anggota DPRD Muaro Jambi Fraksi PAN, Ulil Amri, menegaskan bahwa persoalan air bersih kini menjadi perhatian utama Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno, pasca dilantik. Menurut Ulil, pelayanan air minum adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa lagi ditunda.
“Jumlah pelanggan PDAM mencapai sekitar 18 ribu, dan hampir 11 ribu di antaranya berada di Mendalo. Kalau intake bermasalah, dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” tegas Ulil.
Sidak DPRD mengungkapkan kondisi intake PDAM dalam kategori darurat: pompa air tidak optimal, pipa transmisi bermasalah, dan daya listrik IPA masih menggunakan jalur umum sehingga kerap mengalami pemadaman. Akibatnya, distribusi air sering terganggu, bahkan di jalur sekolah dan kawasan Mendalo, air kerap tidak mengalir.
Untuk menanggulangi krisis ini, DPRD bersama PUPR dan PDAM membagi penanganan menjadi dua skema. Jangka pendek meliputi pengadaan pompa baru, peningkatan daya listrik, dan pengalihan jalur listrik IPA ke jalur khusus agar distribusi air lebih stabil. Sementara jangka panjang, pembangunan intake baru menjadi solusi utama, yang telah masuk daftar RPJMN dengan nilai kelayakan di atas 90 persen dan diharapkan terealisasi mulai 2026–2027.
Ulil juga menyoroti lemahnya respons PDAM terhadap keluhan masyarakat, terutama saat Ramadan, ketika warga kesulitan berwudu dan sahur. “Ini soal kebutuhan dasar dan ibadah. PDAM harus lebih cepat merespons,” ujarnya.
Dari sisi keuangan, DPRD mencatat potensi pendapatan PDAM Mendalo mencapai Rp800 juta per bulan, tetapi realisasi baru Rp500 juta akibat banyaknya meteran rusak dan infrastruktur yang belum optimal. “Artinya ada Rp300 juta per bulan yang hilang. Percuma bicara pengembangan kalau masalah dasar belum selesai,” kritik Ulil.
Subsidi Pemkab Muaro Jambi sebesar Rp1 miliar per tahun untuk PDAM masih jauh dari cukup, mengingat biaya listrik mencapai Rp1,2 miliar per tahun. “Fokus kita sekarang jelas: benahi intake, listrik, dan distribusi. Kalau infrastruktur kuat, pelayanan membaik, pendapatan naik, dan PDAM bisa sehat,” pungkasnya.(*)


Social Header