Getarjambi.com, Muaro Jambi--Anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi dari Partai Amanat Nasional (PAN), Robinson Sirait, menegaskan bahwa gerakan penanaman pohon tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial belaka. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Gerakan Penanaman Serentak Provinsi Jambi yang digelar di Desa Pematang Jering, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Selasa (28/01/2026).
Aksi yang dipusatkan di bantaran Sungai Batang Hari tersebut menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam merespons ancaman kerusakan lingkungan dan potensi longsor di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Hari. Program ini diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muaro Jambi dengan melibatkan unsur Pemerintah Kabupaten, TNI, dan Polri.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya perwakilan Kementerian Bidang Kelestarian Sumber Daya Kehutanan dan Sosial Budaya, Gubernur Jambi, serta Bupati Muaro Jambi. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mempertegas bahwa isu lingkungan kini menjadi perhatian lintas sektor.
Namun bagi Robinson, kehadiran dan seremoni penanaman belum cukup.
“Penanaman ini bukan hanya simbolis. Jika tidak dirawat, manfaatnya tidak akan maksimal. Kita bicara tentang pencegahan longsor dan keberlanjutan lingkungan di sepanjang Sungai Batang Hari,” tegasnya.
Ia menyoroti bahwa kawasan DAS Batang Hari memiliki peran vital sebagai penyangga ekosistem dan penopang kehidupan masyarakat. Minimnya tutupan hijau, menurutnya, dapat memperparah erosi, memicu longsor, hingga meningkatkan risiko banjir saat musim hujan.
“Peningkatan tutupan hijau bukan pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Stabilitas tanah, kualitas udara, hingga keselamatan warga sangat bergantung pada keseriusan kita menjaga kawasan ini,” ujarnya.
Robinson juga memastikan DPRD Muaro Jambi akan mendorong kebijakan dan penganggaran yang berpihak pada perlindungan lingkungan hidup. Ia menekankan pentingnya pengawasan dan pemeliharaan pasca-penanaman agar bibit yang ditanam benar-benar tumbuh dan memberikan dampak jangka panjang.
“Lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, legislatif, dan masyarakat harus berjalan seiring. Jangan sampai gerakan ini hanya ramai di awal, lalu hilang tanpa jejak,” pungkasnya.
Gerakan penanaman serentak ini diharapkan menjadi titik awal komitmen berkelanjutan untuk menyelamatkan DAS Batang Hari—bukan sekadar menanam pohon, tetapi menanam masa depan Muaro Jambi yang lebih hijau dan tangguh terhadap bencana.(*)


Social Header