Getarjambi.com,Muaro Jambi —Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muaro Jambi mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap manajemen PDAM Tirta Muaro Jambi. Langkah ini dinilai mendesak menyusul masih seringnya keluhan masyarakat terkait buruknya distribusi air bersih di sejumlah wilayah.
Anggota DPRD Muaro Jambi, Usman Khalik, menegaskan bahwa persoalan layanan air bersih sudah berlangsung cukup lama dan membutuhkan penanganan serius, terutama pada aspek teknis yang berdampak pada tidak lancarnya aliran air ke pelanggan.
“Kondisi distribusi air ini harus segera dibenahi. Masih banyak kendala teknis yang membuat pelayanan tidak optimal dalam waktu yang cukup lama,” ujarnya.
Sebelumnya, DPRD telah menyetujui penyertaan modal sebesar Rp3 miliar untuk memperkuat operasional PDAM, termasuk peremajaan mesin dan perbaikan jaringan pipa. Namun, dalam evaluasi yang dilakukan, ditemukan sebagian dana—sekitar Rp900 juta—justru digunakan untuk menutupi tunggakan listrik operasional.
Usman menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terutama agar penggunaan dana penyertaan modal ke depan lebih tepat sasaran dan difokuskan pada penguatan infrastruktur layanan.
“Harapannya, ke depan dana penyertaan modal benar-benar difokuskan untuk pembangunan fisik, bukan untuk menutup beban operasional,” tegasnya.
DPRD juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi terhadap tata kelola manajemen PDAM Tirta Muaro Jambi. Pembenahan di tubuh manajemen dinilai menjadi kunci agar perencanaan dan pelayanan bisa berjalan lebih efektif.
Dengan adanya evaluasi dan penyegaran manajemen, DPRD berharap PDAM Tirta Muaro Jambi mampu memperbaiki sistem distribusi air dan memberikan layanan yang lebih optimal kepada masyarakat.
“Ini komitmen bersama yang terus kami kawal agar kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih bisa terpenuhi dengan baik,” tutup Usman.


Social Header