Getarjambi.com,MUARO JAMBI — Tumpukan sampah rumah tangga di Desa Mendalo Darat, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, semakin memprihatinkan. Sampah yang menumpuk hingga meluber ke badan jalan bahkan berada persis di sekitar SMP Negeri 7 Muaro Jambi.
Kondisi tersebut tak hanya mengganggu pengguna jalan, tetapi juga menimbulkan bau menyengat yang mulai mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Merespons keresahan warga, Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno (BBS) turun langsung ke lokasi pada Jumat (24/4). Ia memimpin pembersihan sekaligus penertiban lahan yang selama ini menjadi titik pembuangan sampah.
BBS datang bersama jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), ASN Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, serta Camat Jaluko. Personel TNI dan Polri turut diterjunkan untuk membantu membersihkan tumpukan sampah.
“Kondisinya sudah sangat meresahkan. Selain merusak estetika lingkungan, tumpukan sampah ini berada tepat di samping sekolah. Ini harus segera ditangani agar tidak mengganggu kesehatan dan kenyamanan siswa,” kata BBS saat berada di lokasi.
Menurut BBS, persoalan tersebut tidak boleh berhenti pada kegiatan bersih-bersih semata. Pemerintah daerah, kata dia, harus menyiapkan pola pengelolaan sampah yang mampu mencegah munculnya kembali titik pembuangan liar.
Ia meminta seluruh pemangku kepentingan mulai dari tingkat RT, desa, kecamatan hingga kabupaten duduk bersama mencari solusi yang sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah.
“Persoalan sampah adalah dinamika yang berbeda di setiap daerah, baik dari sisi geografis maupun perilaku masyarakatnya. Saya meminta setiap klaster memiliki inovasi program yang spesifik,” ujarnya.
BBS juga membuka ruang bagi TNI, Polri, organisasi masyarakat dan warga untuk menyampaikan gagasan terkait pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
“Silakan berikan masukan bagaimana cara terbaik agar pengelolaan sampah ini menjadi program berkelanjutan. Target kita jelas, mewujudkan Muaro Jambi bersih tanpa sampah,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi berharap penertiban tersebut menjadi langkah awal untuk mengatasi persoalan sampah secara lebih menyeluruh, sekaligus mencegah kawasan di sekitar fasilitas pendidikan kembali menjadi lokasi pembuangan sampah ilegal.


Social Header