Jasad korban ditemukan sekitar 10 kilometer dari lokasi awal tenggelam. Tim SAR Gabungan mengevakuasi tubuh Fakih menggunakan perahu karet sebelum dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (22/5) sekitar pukul 16.30 WIB. Berdasarkan informasi BPBD Merangin, Fakih saat itu mandi bersama rekannya di Sungai Batang Merangin. Derasnya arus sungai membuat korban terseret dan hilang dari pandangan.
Warga sempat melakukan pencarian menggunakan peralatan seadanya, namun korban tak kunjung ditemukan. Laporan kemudian diteruskan ke Tim SAR Gabungan yang langsung bergerak melakukan operasi pencarian.
Memasuki hari ketiga pencarian, Minggu pagi sekitar pukul 07.00 WIB, tim SAR kembali menyisir aliran sungai di tengah hujan ringan. Operasi dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 menggunakan perahu karet milik Pos SAR Bungo menyisir sejauh 10 kilometer ke arah hilir.
Sementara SRU 2 bersama BPBD Merangin melakukan penyisiran di jalur berbeda dengan jarak pencarian yang sama.
Kerja keras tim gabungan akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 10.00 WIB. Tubuh Fakih ditemukan mengapung di aliran sungai sekitar 10 kilometer dari lokasi kejadian awal.
"Korban atas nama Fakih (15) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah duka," ujar Komandan Pos SAR Bungo, M Andri, dalam laporan resminya.
Usai korban ditemukan, operasi SAR resmi ditutup pukul 10.30 WIB. Seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur gabungan, mulai dari personel Pos SAR Bungo, BPBD Merangin, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga masyarakat sekitar dan keluarga korban.
Tim juga didukung sejumlah peralatan seperti rescue car, LCR (perahu karet), alat komunikasi, perlengkapan medis, alat evakuasi hingga drone pemantau udara.
BASARNAS menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan.


Social Header