Breaking News

Baru Sehari Sekolah Tatap Muka, Siswa di Muaro Jambi Kembali Belajar Daring Gegara Polusi

 



GETARJAMBI.COM,Muaro Jambi - Baru satu hari siswa SD dan SMP di Kabupaten Muaro Jambi kembali mengikuti pembelajaran tatap muka. Mulai besok, mereka harus kembali belajar dari rumah secara daring.

Kebijakan itu diambil Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi setelah kualitas udara di wilayah tersebut masuk kategori sangat tidak sehat akibat pencemaran udara.

Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno menginstruksikan seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD/TK, SD, hingga SMP menghentikan sementara pembelajaran tatap muka.

Pembelajaran dialihkan ke sistem dalam jaringan (daring) mulai Selasa (15/9) hingga Kamis (17/9).

Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 400.3.5/20/DISDIKBUD/2026 tentang Antisipasi Dampak Pencemaran Udara Terhadap Kegiatan Belajar Mengajar di Lingkungan Satuan Pendidikan Kabupaten Muaro Jambi.

"Keputusan pengalihan pembelajaran ke sistem daring ini diambil demi keselamatan dan kesehatan anak-anak kita," kata Bambang dalam keterangannya di Sengeti, Senin (14/9).

PM2,5 Tembus 280

Keputusan tersebut diambil setelah kualitas udara di wilayah Muaro Jambi memburuk. Berdasarkan laporan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muaro Jambi per 14 September 2026, konsentrasi partikulat PM2,5 di wilayah Bukit Baling mencapai 280.

Kondisi tersebut menunjukkan tingginya pencemaran udara dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus.

Meski siswa belajar dari rumah, aktivitas para guru tidak ikut diliburkan.

Bambang meminta seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan tetap hadir di sekolah masing-masing untuk mengelola pembelajaran jarak jauh.

"Guru dan tenaga kependidikan tetap bertugas di sekolah memanfaatkan platform media pembelajaran yang ada. Namun, wajib hukumnya memakai masker untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan udara kotor," ujarnya.

Orang Tua Diminta Batasi Aktivitas Anak

Pemkab Muaro Jambi juga meminta orang tua dan wali murid ikut mengawasi kondisi anak selama pembelajaran daring.

Orang tua diminta memastikan anak tetap mengikuti kegiatan belajar dari rumah sekaligus menjaga kondisi kesehatan mereka.

Aktivitas anak di luar rumah juga diminta dibatasi selama kualitas udara masih buruk.

Sementara itu, kepala satuan pendidikan diminta memonitor pelaksanaan pembelajaran daring di masing-masing sekolah.

Jika ditemukan kendala atau membutuhkan penanganan lebih lanjut, pihak sekolah diminta segera berkoordinasi dengan Korwil Pendidikan Kecamatan, Pengawas Sekolah, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muaro Jambi.

Kebijakan pembelajaran daring ini berlaku sementara selama 15-17 September 2026, sambil melihat perkembangan kondisi pencemaran udara di wilayah Muaro Jambi.

© Copyright 2022 - Getar Jambi