Getarjambi.com,Muaro Jambi- Kualitas udara di Kabupaten Muaro Jambi kembali memburuk. Konsentrasi partikulat halus (PM2,5) tercatat berada di kisaran 206 hingga 239, masuk kategori sangat tidak sehat.
Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi kembali mengambil langkah tegas dengan memperpanjang kebijakan pembelajaran secara daring.
Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno (BBS) menginstruksikan seluruh satuan pendidikan untuk kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar dari rumah secara daring.
Kebijakan tersebut berlaku untuk jenjang TK, PAUD, SD, hingga SMP, mulai Kamis hingga Sabtu, 10 - 12 September 2026.
Selama tiga hari tersebut, siswa tidak mengikuti pembelajaran secara tatap muka di sekolah. Proses belajar mengajar dialihkan ke sistem online dengan memanfaatkan platform pembelajaran maupun media komunikasi yang tersedia.
BBS menegaskan, keputusan itu bukan sekadar kebijakan pendidikan, tetapi merupakan langkah pencegahan untuk melindungi anak-anak dan seluruh warga sekolah dari paparan udara yang membahayakan kesehatan.
“Keselamatan dan kesehatan anak-anak kita menjadi prioritas. Ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat, pembelajaran daring adalah langkah pencegahan yang paling rasional untuk sementara waktu,” katanya.
Meski peserta didik belajar dari rumah, tenaga pendidik dan guru tetap diwajibkan menjalankan tugas dari sekolah masing-masing. Para guru juga diminta tetap mengenakan masker sebagai langkah antisipasi terhadap dampak buruk kualitas udara.
Kepala satuan pendidikan diminta memastikan pembelajaran daring berjalan efektif. Monitoring dilakukan agar memburuknya kualitas udara tidak sampai mengganggu keberlangsungan proses pendidikan.
Di sisi lain, Pemkab Muaro Jambi meminta orang tua dan wali murid ikut mengambil peran. Kondisi kesehatan anak harus dipantau secara berkala dan aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak sebaiknya dibatasi selama kualitas udara masih berada pada level mengkhawatirkan.
“Kami meminta orang tua ikut mengawasi kondisi kesehatan anak. Untuk sementara, aktivitas di luar rumah yang tidak diperlukan sebaiknya dibatasi,” tandasnya.


Social Header